loading...

Pengertian dan Ruang Lingkup Akuntansi Syariah


Pengertian dan Ruang Lingkup Akuntansi Syariah

Kalau  kita  kaji  lebih  jauh,  akuntansi  syari’ah  itu  memiliki  tujuan yang  sangat  luas,  tetapi  penekanannya  terletak  pada  upaya  untuk merealisasikan  tegaknya  syari’ah,  dalam  kegiatan  ekonomi  yang dijalankan  oleh  manusia.  Untuk menspesifikkan  tujuan  dari  akuntansi  syari’ah,ada  dua  tingkatan,  yaitu  tingkatan  ideal  dan tingkatan  pragmatis.  Pada  tingkat  ideal  tujuan  akuntansi  syari’ah adalah  sesuai  dengan  peran  manusia  dimuka  bumi  dan  hakekat pemilik  segalanya. Dengan demikian sudah seharusnyalah yang  menjadi  tujuan  ideal  dari  laporan  keuangan  adalah pertanggungjawaban  kepada  Tuhan  sang  pemilik  hakiki,  Allah  SWT. Sedangkan  tujuan  pragmatis  dari akuntansi syari’ah  (dalam hal ini pelaporan keuangan) mengarah pada upaya menyediakan  informasi  kepada  stakeholders  dalam  mengambil keputusan.
Tujuan  dari  akuntansi  syari’ah (laporan  keuangan) adalah  untuk  memelihara  uang,  sebagai  bukti tertulis  (pencatatan)  ketika  terjadi perselisihan, membantu dalam pengambilan keputusan, dan  menentukan  besarnya  penghasilan  yang wajib  dizakati.  Sedangkan  tujuan dasar dari laporan keuangan akuntansi syari’ah ada tiga, yaitu :
1.         Memberikan  informasi  :  Dalam  hal  ini  berarti  memberikan informasi  materi, baik  yang  sifatnya  keuangan  maupun  non-keuangan.    Informasi  keuangan  adalah  informasi  yang dihasilkan  dari  transaksi  keuangan  yang  dilakukan  oleh perusahaan.  Informasi  ini  secara  umum  sudah  diketahui  oleh semua  masyarakat. Sedangkan  informasi  non-keuangan adalah informasi  yang  tidak  dapat  diukur  dengan  unit  moneter  atau tidak  berkaitan  dengan  keuangan,  dalam  hal  ini  bisa  berupa aktiva mental dan aktiva spiritual.
2.         Memberikan  rasa  damai  (salam),  kasih  (rahman),  dan  sayang (rahim).  :  Dalam  hal  ini  bentuk  informasi  laporan  keuangan yang  disajikan  akan membawa orang yang  mengkonsumsinya merasakan salam,rahman, dan rahim.
3.         Menstimulasi  bangkitnya  kesadaran  ketuhanan  (God consciousness).  :  Dalam  hal  ini  bahwa  laporan  keungan menyajikan  informasi  yang  bisa  membangkitkan kesadaran ketuhanan bagi orang yang  mengkonsumsinya  (terutama stakeholders).  Kesadaran  ketuhanan  yang  dimaksud  adalah dapat  membawa  pihak  yang  mengkonsumsinya  hanyut  dalam alam  spiritual,  dimana  dalam  alam  ini  manusia  dalam hidupnya  semata-mata  mengharapkan  ridho  Ilahi  (yang  hal  itu merupakan tujuan tertinggi dan termulia dalam kehidupan).

Ketiga tujuan di atas merupakan suatu bentuk perwujudan dari tingkat  keimanan seseorang. Beberapa penelitian tentang tujuan dari laporan  keuangan  syari’ah  di  atas,  tentunya  memiliki  karakter  yang berbeda  dengan  tujuan dari laporan keuangan konvensional. 

Author:

Belajarlah dan berusahalah selagi mampu, jika tidak hanya akan tersisa penyesalan yang tak akan memberikan apapun... Website : www.e-akuntansi.com

Loading...

loading...