loading...

MENGKOMBINASI PENENTUAN RISIKO PENGENDALIAN


BAGAIMANA MENGKOMBINASI PENENTUAN RISIKO PENGENDALIAN AGAR DAPAT DITENTUKAN RISIKO PENGENDALIAN UNTUK ASERSI – ASERSI SALDO AKUN


Penetapan Risiko Pengendalian merupakan proses penilaian efektivitas rancangan dan pengoperasian kebijakan dan prosedur SPI suatu perusahaan dalam rangka mencegah dan mendeteksi salah saji material LK.

Kalau pengendalian dan kelemahan telah diidentifikasi dan dikaitkan dengan tujuan pengendalian, dapat dilakukan penetapan / penentuan resiko pengendalian. Penentuan resiko pengendalian untuk suatu asersi merupakan faktor penentu tingkat resiko deteksi yang dapat diterima untuk suatu asersi, yang pada gilirannya akan berdampak terhadap tingkat pengujian subtantif yang direncanakan (yang mencakup sifat, saat, dan lingkup pengujian subtantif) yang harus dilakukan untuk menyelesaikan audit. Jika resiko pengendalian ditaksir terlalu rendah, resiko deteksi dapat terlalu tinggi ditetapkan dan auditor dapat melaksanakan pengujian subtantif yang tidak memadai sehingga auditnya tidak efektif. Sebaliknya, jika resiko pengendalian ditaksir terlalu tinggi, auditor dapat melakukan pengujian subtantif melebihi jumlah yang diperlukan, sehingga auditor melakukan audit yang tidak efisien.

Penetapan resiko pengendalian meminta auditor untuk mempertimbangkan rancangan dan kebijakan prosedur tersebut efektif kalau dipertemukan dengan tujuan pengendalian secara spesifik. Beberapa bukti telah dikumpulkan untuk mendukung perancangan pengendalian. Seperti telah ditempatkan dalam operasi, selama tahap pemahaman. Dalam rangka penggunaan kebijakan dan prosedur pengendalian spesifik sebagai dasar untuk mengurangi tingkat resiko pengendalian yang ditetapkan, akan tetapi, bahan bukti spesifik harus diperoleh mengenai efektifitasnya dalam keseluruhan, atau paling tidak sebagian besar, periode audit. Prosedur untuk memperoleh bahan bukti mengenai rancangan dan penempatan dalam operasi selama tahap pemahaman disebut sebagai prosedur untuk memperoleh pemahaman. Prosedur untuk menguji yang ditetapkan disebut pengujian atas pengendalian.

Langkah-langkah Penetapan Risiko Pengendalian
  • Mempertimbangkan pengetahuan yg diperoleh dari prosedur-prosedur untuk mendapatkan pemahaman.
  • Mengidentifikasi salah saji potensial yg dpt terjadi dlm asersi perusahaan.
  • Mengidentifikasi pengendalian yang diperlukanyg diperkirakan akan mampu untuk mencegah dan mendeteksi salah saji.
  • Melakukan pengujian pengendalianterhadap pengendalian-pengendalian yang diperlukan untuk menetapkan efektivitas rancangan & pengoperasiannya.
  • Mengevaluasi bukti dan menetapkan risiko.

Pengaruh Penetapan Strategi Audit Awal terhadap Penetapan Risiko

  • Pendekatan tingkat risiko pengendalian ditetapkan maksimum: Jika prosedur utk mendapatkan pemahaman dilakukan bersamaandgn pengujian pengendalian, maka penetapan awal risiko pengendalian berdasarkan efektivitas operasi (penetapan risiko pengendalian lebih rendah). Dan, Jika prosedur utk mendapatkan pemahaman tidak dilakukan bersamaandgn pengujian pengendalian, maka penetapan risiko pengendalian pada tingkat maksimum.

Pendekatan tingkat risiko pengendalian ditetapkan lebih rendah : Jika pemahaman komponen SPI mendukung strategi audit yang direncanakan, maka penetapan risiko pengendalian lebih rendah. Dan, Jika pemahaman komponen SPI tidak mendukungstrategi audit yang direncanakan, maka lihat bagaimana prosedur utk mendapatkan pemahaman. Serta, Jika prosedur utk mendapatkan pemahaman dilakukan bersamaandgn pengujian pengendalian, maka penetapan awal risiko pengendalian berdasarkan efektivitas operasi (penetapan risiko pengendalian lebih rendah). Dan, Jika prosedur utk mendapatkan pemahaman tidak dilakukan bersamaandgn pengujian pengendalian, maka penetapan risiko pengendalian pada tingkat maksimum.


Pengujian Pengendalian
Prosedur pengauditan yang dilakukan utk menetapkan efektivitas perancangan dan/atau pengoperasian kebijakan dan prosedur struktur pengendalian

Tiga Pertanyaan yang harus dijawab:
  1. Bagaimana penerapan pengendalian yg sesungguhnya?
  2. Apakah penerapan pengendalian dilakukan secara konsisten (sepanjang tahun)?
  3. Siapa yang melaksanakan pengendalian?

Pengujian Pengendalian Berbarengan (Bersamaan)
Pengujian pengendalian yg dilakukan auditor bersamaan dengan kegiatan untuk mendapatkan pemahaman.
  • Terdiri dari prosedur-prosedur utk mendapatkan pemahaman SPI sekaligus juga menjadi bukti keefektifan suatu kebijakan atau prosedur pengendalian.
  • Terjadi karena kesengajaan atau sebagai hasil sampingan.
  • Bukti pengujian ini mendukung penetapan risiko tingkat pengendalian sedikit di bawah maksimum atau tinggi.
PengujianPengendalian Tambahan atau Pengujian Pengendalian Direncanakan
  1. Ada pertanda baik dari hasil pengujian pengendalian berbarengan, maka: pendekatan tingkat risiko ditetapkan maksimum dapat diturunkan menjadi pendekatan tingkat risiko ditetapkan lebih rendah.
  2. Pengujian tambahan dilakukan bila auditor yakin akan memperoleh bukti tambahan untuk menurunkan penetapan risiko pengendalian awal dengan syarat.
  3. Manfaatnya > biaya yang harus dikeluarkan.
Perancangan Pengujian Pengendalian
Beberapa jenis pengujian pengendalian tambahan:
1.Pengajuan pertanyaanpelaksanaan tugas-tugas personil perusahaan
2.Observasi pelaksanaan tugas para personil
3.Inspeksi atas dokumen dan laporan ttg pelaksanaan pengendalian
4.Pengerjaan ulang pengendalian oleh auditor

* dikerjakan pada saat pendapatkan pemahaman SPI

Pertimbangan-pertimbangan Lain dalam Penetapan Risiko Pengendalian
  • Penetapan risiko pengendalian untuk asersi-aseri saldo rekening yang hanya dipengaruhi oleh satu kelompok transaksi. Hal ini ditentukan langsung oleh tingkat risiko asersi yang sama dari kelompok transaksi yang mempengaruhinya.
  • Penetapan risiko pengendalian untuk asersi-asersi saldo rekening yang dipengaruhi oleh berbagai kelompok transaksi. Penetapan risiko pengendalian untuk asersi-asersi saldo rekening tersebut harus mempertimbangkan risiko pengendalian yang relevan dari setiap kelompok transaksi yg secara signifikan mempengaruhi saldo.
  • Untuk suatu rekening yang saldonya dipengaruhi oleh lebih dari 1 kelompok transaksi, penetapan risiko pengendalian untuk suatu asersi saldo rekening tsb didasarkan pada: penetapan risiko pengendalian untuk asersi yang sama yang berkaitan dengan masing-masing kelompok transaksi yg mempengaruhi saldo rekening dengan satu perkecualian. Perkecualian tersebut adalah: Penetapan risiko pengendalian utk asersi-asersi keberadaan keterjadian dan kelengkapan utk suatu kelompok transaksi yg menyebabkan berkurangnyasuatu saldo rekening berhubungan dengan asersi sebaliknya utk saldo rekening yang terpengaruh.

Author:

Belajarlah dan berusahalah selagi mampu, jika tidak hanya akan tersisa penyesalan yang tak akan memberikan apapun... Website : www.e-akuntansi.com

Loading...

loading...