loading...

Hal yang Terjadi Ketika Perusahaan Mengalami Financial Distress


Hal yang Terjadi Ketika Perusahaan Mengalami Financial Distress

Hal – hal yang dapat terjadi ketika perusahaan mengalami financial distress / kesulitan keuangan, perusahaan tersebut akan mengalami penurunan secara keseluruhan, baik dari segi internal perusahaan yang dalam hal ini dikatakan nilai perusahaan itu sendiri maupun dari segi eksternal perusahaan yang dalam hal ini adalah pandangan dari pihak investor terhadap perusahaan ketika menginvestasikan sahamnya dalam perusahaan tersebut. Namun, tidak menuntut kemungkinan perusahaan tersebut harus ditutup, tergantung dari pihak perusahaan. Apakah perusahaan akan tetap mempertahankan perusahaannya apabila dikatakan masih prediksi / tidak bangkrut dengan menaikkan nilai perusahaan ataukah perusahaan akan melakukan perbaikan dini apabila dikatakan cenderung bangkrut.

Beberapa hal yang mungkin dilakukan oleh perusahaan yang mengalami financial distress antara lain:
1. Menjual aset-aset utamanya
2. Merger dengan perusahaan lain
3. Mengurangi belanja modal untuk penelitian dan pengembangan
4. Menerbitkan saham atau obligasi baru
5. Negosiasi dengan bank atau kreditor lainnya
6. Mengkonversi utang menjadi ekuitas
7. Mengajukan permohonan kepailitan

Strategi ketika terjadi financial distress:
1. Langkah nomor 1, 2, dan 3 merupakan langkah-langkah yang terkait dengan aset perusahaan atau disebut dengan asset restructuring.
2. Langkah nomor 4, 5, 6, dan 7 merupakan langkah terkait sisi kanan laporan posisi keuangan perusahaan (sisi pendanaan) dan merupakan contoh financial restructuring.
Perusahaan yang mengalami financial distress dapat sekaligus melakukan asset restructuring dan financial restructuring.
3. Manfaat melaksanakan asset restructuring
a. Perusahaan menjual aset-aset yang tidak terkait dengan bisnis utama perusahaan, misalnya anak perusahaan atau divisi yang tidak berkontribusi kepada keuntungan perusahaan.
b. Hasilnya dari asset restructuring adalah perusahaan memiliki struktur organisasi baru yang lebih ramping dan dapat fokus pada strategi baru yang sesuai dengan core business perusahaan.

Loading...

loading...