loading...

Tiga Bentuk Dasar Akuisisi



1. Merjer atau konsolidasi
Merjer adalah pengabungan satu perusahaan ke perusahaan lain. Perusahaan yang mengambil alih (acquiring firm) tetap beroperasi seperti biasa sedangkan perusahaan yang diambil alih (acquired firm) ditutup dan berhenti beroperasi. Perusahaan yang mengambil alih memperoleh seluruh aset dan habilitas dari perusahaan yang diambil alih.

Contoh merjer adalah Hewlett-Packard melakukan merjer dengan Compaq di tahun 2002. Compaq dibubarkan dan Hewlett-Packard tetap beroperasi.

Ilustrasi merjer:

Hewlett packard + Compaq = Hewlett packard

2. Konsolidasi, adalah proses pendirian perusahaan baru yang merupakan hasil dari penggabungan 2 perusahaan atau lebih. Perusahaan-perusahaan yang bergabung ditutup dan berhenti beroperasi. Segala aset dan utang dari perusahaan-perusahaan yang bergabung dipindahkan ke perusahaan yang baru didirikan.

Contoh konsolidasi adalah pada 2 Oktober 1998 empat bank yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdiri dari Bank Ekspor-Impor, Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, dan Bapindo melebur menjadi bank baru yaitu Bank Mandiri, seluruh aset dan liabilitas dari keempat bank tersebut diambil alih oleh Bank Mandiri.

Ilustrasi konsolidasi:

Bank Bumi Daya + Bank Dagang Negara + Bank Impor Ekspor + Bapindo = Bank Mandiri

3. Akuisisi
A. Akuisisi saham
Cara berikutnya dalam mengakuisisi perusahaan lain adalah melalui pembelian saham perusahaan lain secara tunai, melalui petukaran saham, atau pertukaran sekuritas lainnya. Penawaran pembelian saham perusahaan lain, dapat dilakukan dengan cara:
 Manajemen perusahaan langsung menawarkan kepada manajemen perusahaan target /yang sahamnya hendak dibeli (private offer).
 Manajemen perusahaan menawarkan pemegang saham perusahaan target (tender offer).

Berikut ini adalah faktor yang mempengaruhi pemilihan antara akuisisi saham atau merjer:

a. Dalam akuisisi saham, pertemuan pemegang saham tidak diperlukan dan voting tidak dipersyaratkan.
b. Dalam akuisisi saham, perusahaan yang melakukan penawaran langsung berhubungan dengan pemegang saham perusahaan target lewat tender offer. Manajemen perusahaan target tidak diperdulikan.
c. Manajemen perusahaan yang dijadikan target akuisisi saham sering bersikap resisten terhadap akuisisi saham yang menyebabkan biaya akuisisi menjadi lebih mahal dibandingkan dengan merjer.
d. Seringkah pemegang saham minoritas tidak akan dilibatkan dalam proses akuisisi saham sehingga saham perusahaan target tidak dapat dibeli seluruhnya (100%).
e. Pembelian saham 100% oleh satu perusahaan mensyaratkan adanya merjer.

B. Akuisisi Aset

Perusahaan dapat memperoleh perusahaan lainnya dengan cara membeli seluruh aset perusahaan tersebut.
a) Akuisisi aset memerlukan voting di antara pemegang saham perusahaan target.
b) Akuisisi aset mengharuskan adanya pemindahan hak kepemilikan aset yang bisa sangat mahal.

Author:

Belajarlah dan berusahalah selagi mampu, jika tidak hanya akan tersisa penyesalan yang tak akan memberikan apapun... Website : www.e-akuntansi.com

Loading...

loading...