Tingkat Imbal Hasil Arus Kas Atas Investasi / CFROI.

Tingkat Imbal Hasil Arus Kas Atas Investasi / CFROI.

Return atau imbal hasil yang diperoleh pemegang saham bisa berupa capital ataupun deviden. Capital gain diperoleh dari kegiatan jual beli saham. Capital gain akan tercipta apabila terjadi kenaikan harga saham, dan capital loss tercipta bila terjadi penurunan harga saham. Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Return dapat berupa return realisasi yang sudah terjadi atau return ekspektasi yang belum terjadi tetapi yang diharapkan terjadi di masa yang akan datang. (Hartono, 2003 : 107).

Investor akan mempertimbangkan tingkat imbalan yang diharapkannya (expected return) dimasa yang akan datang untuk suatu investasi yang dilakukannya saat ini. Imbal hasil yang direalisasikannya belum tentu sesuai dengan yang diharapkannya, ketidakpastian ini disebut resiko. Resiko dan return mempunyai hubungan positif, semakin tinggi resiko semakin tinggi return yang dihasilkan, begitu pula sebaliknya (Hartono, 2003 : 144).

Return realisasi (realized return) dapat diukur dengan 3 cara ;
a.              Return total (total return), yaitu return keseluruhan dari suatu investasi dalam suatu periode yang tertentu. Return total terdiri dari capital gain (loss) dan yield. Capital gain (loss) merupakan selisih harga investasi sekarang dan masa lalu. Yield merupakan presentase penerimaan kas periodik terhadap harga investasi periode tertentu dari suatu investasi. Yield saham merupakan presentase dividen terhadap harga saham periode sebelumnya.
Return = Pt – Pt-1 + Yield
Pt-1
Return saham = Pt – Pt-1 + Dt
Pt-1           Pt-1
Return saham = Pt – Pt-1 + Dt
Pt-1          
b.             Return relatip (relative return) yaitu return total return ditambah 1.
c.              Return kumulatif (cumulative return) yaitu untuk mengukur akumulasi return dari return awal.
IKK = KK0 (1+R1)(1+R2) … (1+Rn)
IKK = indeks kemakmuran kumulatif
KK0 = kekayaan awal
Rt = return periode t

CFROI memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas yang berkelanjutan dibandingkan dengan kas yang diinvestasikan di perusahaan. Selisih antara CFROI dengan biaya modal (cost of Capital) merefleksikan potensi penciptaan nilai perusahaan (semakin tinggi selisihnya, semakin tinggi potensinya). Perubahaan dalam CFROI setiap tahunnya dapat digunakan sebagai indikator kinerja perusahaan.

Formula CFROI adalah sebagai berikut:

Laba operasi x (1 – tarif pajak) + beban penyusutan + beban noncash lainnya Modal yang diinvestasikan.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...