TUNTUTAN MASYARAKAT TERHADAP BISNIS

TUNTUTAN MASYARAKAT TERHADAP BISNIS
Kemunculan Model-model Tata Kelola dan Akuntabilitas Pemangku Kepentingan.
Reaksi oleh bisnis terhadap evolusi dari mandat keuntungan murni menjadi pengenalan adanya saling keterantungan antara bisnis dan masayarakat. Beberapa tren dikembangkan sebagai hasil dari tekanan ekonomi dan kompetitif serta memiliki efek padaetika bisnis dan akuntan professional, mencakup :

  • Memperluas kewajiban hukum untuk direktur perusahaan.
  • Pernyataan manajemen kepada pemegang saham atas kecukupan pengendalianinternal, dan
  • Ketetapan niat untuk mengelola resiko dan melindungi reputasi.

Meskipun perubahan yang signifikan juga terjadi dalam cara organisasi beroperasi,mencakup :

  • Reorganisasi, pemberdayaan karyawan, dan penggunaan data elektronik yang berhubungan.
  • Meningkatnya ketergantungan manajemen pada indicator kinerja nonkeuangan yangdigunakan secara nyata.

Sebagai akibat dari tren dan perubahan tersebut, bahwa pendekatan tradisisonal perintah dan kendali (atas–bawah) tidaklah cukup, dan organisasi menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mendorong etika prilaku, bukan memaksakannya.Dewan danmanajemen menjadi lebih tertarik pada isu-isu etika meskipun kompeksitas entitas bisnis dantransaksi menjadi lebih besar dan cepat.Oleh karena itu, semakin penting bahwa setiapkaryawan memiliki kode perilaku pribadi yang harmonis dengan pemberi kerja.

Manajemen Berdasarkan Nilai, Reputasi, dan Risiko
Para direktur, eksekutif, manajer, dan karyawan lainnya harus memahami sifat dariinteres pemangku kepentingan dan nilai-nilai yang mendukungnya untuk mengggabungkaninteres pemangku kepentingan ke dalam kebijakan, strategi, dan operasional perusahaan.Saatini, penyelidikan terhadap nilai-nilai, reputasi, dan manajemen risiko menjadi subjek studiterbaru yang ramai diteliti. Nilai-nilai pada suatu perusahaan akan berbeda bergantung padakelompok pemangku kepentingan. Terdapat empat penentu reputasi sebuah perusahaan, yaitukredibilitas, keandalan, sifat dapat dipercaya, dan tanggung jawab.

Manajemen dan auditor sejak tahun 1990-an semakin berorientasi pada manajemenrisiko. Teknik-teknik manajemen risiko telah berkembang seiring dengan pengakuan olehdirektur, eksekutif, dan akuntan professional mengenai nilai-nilai dalam mengidentifikasirisiko di awal dan dalam perencanaan untuk menghindari atau mengurangi konsekuensi yangtidak menguntungkan, yang melekat dalam risiko.

Akuntabilias
Munculnya interes pemangku kepentingan dan akuntabilitas, serta terjadinya kasuskrisis keuangan yang menimpan Enron, telah meningkatkan keinginan untuk membuatlaporan (kinerja perusahaan) yang lebih relevan.Laporan dibuat lebih transparan dan akuratdibandingkan dengan laporan masa lalu.Secara umum, kekurangan integritas sering kaliterdapat pada laporan-laporan perusahaan karena tidak mencakup beberapa hal atau permasalahan. Dengan demikian, laporan tersebut tidak selalu memberikan prestasi yang jelas dan seimbang bagaimana pemangku kepentingan akan terpengaruh oleh laporan.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...