CONCEPTS IN AUDITING THEORY


Konsep dasar atau prinsip-prinsip auditing akan memberi acuan dasar (basic reference) bagi penetapan area atau bidang yang seharusnya dikembangkan oleh disiplin auditing. Dengan demikian, setiap teknik, prosedur, dan standar dalam audit harus mengacu kepada konsep dasar itu. Tentu saja, berbeda dengan tujuan auditing yang harus dianggap ‘given,’ konsep dasar hanya berupaya untuk memberi arahan (direction) bagaimana sebaiknya tujuan auditing dicapai secara optimal. Oleh karena itu, muatan dari konsep dasar pun harus bersifat dinamis dan disesuaikan dengan perkembangan, dan tidak dibiarkan statis, apalagi diperlakukan seakan-akan menjadi tujuan.
Adapun bidang-bidang yang dianggap layak menjadi konsep dasar bagi auditing meliputi 5 (lima) aspek, yakni:
1. Konsep Pembuktian (Evidential Matter)
2. Konsep Kelayakan Asersi (Fair Presentation)
3. Konsep Kecermatan Profesi (Due Professional Care)
4. Konsep Independensi
5. Konsep Etika (Ethical Conduct)

Masing-masing dari kelima bidang konseptual di atas sukar dibantah relevansinya dengan auditing. Kesemuanya menentukan arah kegiatan dan perilaku auditing, dan karenanya selalu dijadikan sebagai parameter dalam mengukur keberhasilan auditing. Oleh karena itu, dalam rangka mengembangkan auditing sebagai disiplin yang mandiri dan kuat perlu dikembangkan muatan-muatan yang rasional dan logis yang menunjukkan arah bagi auditing sebagaimana diimplementasikan dalam standar, praktik, prosedur, dan teknik audit.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...