KONSEP DASAR SIKLUS PRODUKSI DAN PERSONALIA

1.             KONSEP DASAR SIKLUS PRODUKSI DAN PERSONALIA

Siklus Produksi
Audit siklus produksi menurut Boynton et.al. (2002) :  adalah aktivitas yang terkait dengan pengolahan bahan baku menjadi produk jadi. Siklus produksi merupakan konversi dari bahan baku menjadi barang jadi. Proses tersebut dimulai dari permintaan bahan baku untuk di produksi sampai di transfer menjadi barang jadi.
Audit  siklus produksi terdiri atas :
·                Production planning and control (tipe dan jumlah barang yang akan diproduksi)
·                Pengendalian jumlah sediaan
·                Transaksi  dan peristiwa yang terkait dengan proses produksi
Transaksi produksi dimulai pada saat bahan baku diminta untuk produksi dan diakhiri dengan pemindahan produk ke barang jadi. Audit siklus produksi berinteraksi dengan :
·                Siklus Pengeluaran
·                Siklus Personalia
·                Siklus Pendapatan
2.             KELOMPOK TRANSAKSI DAN AKUN YANG TERKAIT
Jaringan prosedur yang membentuk transaksi manufaktur adalah :
1. Prosedur order produksi
2. Prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang
3. Prosedur pengembalian barang gudang
4. Prosedur pencatatan biaya tenaga kerja langsung
5. Prosedur pencatatan pembebanan biaya overhead pabrik dan kos produk selesai
6. Prosedur pencatatan biaya overhead pabrik sesungguhnya, biaya pemasaran dan biaya administrasi umum.
3.             AKTIVITAS – AKTIVITAS YANG ADA DALAM SIKLUS PRODUKSI DAN PERSONALIA
Jaringan prosedur yang membentuk aktivitas perhitungan fisik adalah :
1. Prosedur penghitungan fisik
2. Prosedur kompilasi
3. Prosedur penentuan kos sediaan
4. Prosedur adjustment kos sediaan
4.             PENGEMBANGAN TUJUAN AUDIT SPESIFIK UNTUK SIKLUS PRODUKSI DAN PERSONALIA
Siklus Produksi
Tujuan Audit Siklus Produksi
Eksistensi atau Keterjadian
Transaksi produksi
Sediaan pisik HPP
Kelengkapan
Seluruh transaksi
Seluruh sediaan
Hak dan Kewajiban
Sediaan -> transaksi produksi
Legal title
Valuasi dan Alokasi
Jurnal, ikhtisar dan posting
LCOM Konsistensi
Penyajian dan Pengungkapan
5.             PERTIMBANGAN TERHADAP MATERIALITAS, RISIKO DAN STRATEGI AUDIT SIKLUS PRODUKSI DAN PERSONALIA
Materialitas
Ø    Sediaan penting pada perusahaan manufaktur dan perdagangan
Ø    Alokasi ke akun yang terkait dengan mempertimbangkan besarnya kemungkinan salahsaji dan biaya pendeteksian
Ø    Audit sediaan biasanya mencakup observasi keberadaan dan kelayakan penilaian biayanya tinggi
Risiko
Ø    Hotel dan sekolah biasanya rendah
Ø    Perusahaan manufatur dan perdagangan biasanya tinggi
Ø    Volume transaksi pembelian dan penjualan tinggi
Ø    Issue tidak jelas terkait dengan identifikasi, pengukuran, dan alokasi inventoriable cost seperti:
v   Indirect material, labor dan overhead
v   Joint product cost
v   Disposisi cost variance
v   Akuntansi untuk scrapt
Ø    Variasi jenis sediaan seringkali memerlukan cara pengukuran yang berbeda (volume, photo udara, estimasi oleh pakar dsbg)
Ø    Penyimpanan sediaan di gudang yang terpisah
Ø    Variasi jenis sediaan menimbulkan masalah dalam menentukan kualitas dan harga pasar
Ø    Sediaan yang rentan
Ø    Penjualan yang dapat diretur
Salah saji potensial, aktivitas pengendalian yang diperlukan, dan prosedur audit untuk pengujian pengendalian yang dapat digunakan oleh auditor terhadap transaksi manufaktur :
KK = keberadaan dan keterjadian
K = Kelengkapan
PA = Penilaian dan alokasi
Prosedur Analitik
Ø    Perputaran Sediaan
Ø    Pertumbuhan Sediaan dengan pertumbuhan Penjualan
Ø    Barang jadi yang selesai dibuat dengan pemakaian bahan baku
Ø    Barang jadi yang selesai dibuat dengan tenaga kerja langsung
Ø    Produk rusak per juta
Prosedur Utama
1. Dapatkan pemahaman bisnis dan industri dan tetntukan:
– Pentingnya HPP dan sediaan bagi entitas 
– Faktor ekonomi yang mempengaruhi HPP, laba kotor, dan kemungkinan keusangan sediaan 
– Banyaknya klien memiliki barang amanat dan barang titipan (konsinyasi)
– Adanya komitmen pembelian dan konsentrasi pemasok 
2. Lakukan prosedur awal saldo sediaan dan catatan yang harus diaudit lebih lanjut :
– Lacak saldo awal sediaan ke KKA tahun lalu 
– Review aktivitas akun sediaan dan selidiki ayat yang tampak tidak biasa 
– Verifikasi jumlah catatan perpetual dan skedul sediaan serta kesesuaian dengan saldo akhir buku besar 

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...